KH. Ali Musaffa: Ulama Pelestari Tradisi "Bahilah" di Enok Indragiri Hilir | Ridhoul Wahidi

KH. Ali Musaffa: Ulama Pelestari Tradisi "Bahilah" di Enok Indragiri Hilir

Oleh. Ridhoul Wahidi

Ali Musaffa kecil lahir di Banjar pada tahun 1904 M. Masa kecil beliau di Banjar Kalimantan Selatan. Masa kecil hingga remaja beliau habiskan di Banjar Kalimantan Selatan. Berdasarkan hasil wawancara dengan Hj. Masmiah bahwa saat Mufti Indragiri Syaikh Abdurrahman Siddiq al-Banjari (1857 - 1939) ketika dari Banjar  menuju ke Hidayat Sapat Indragiri beliau ikut dan menjadi salah satu dari sekian banyak muridnya. KH. Ali Musaffa belajar  dengan tuan guru Sapat dalam rentang waktu yang lama. Setelah dianggap selesai, KH. Ali Musaffa  Di beri amanah untuk berangkat ke Kecamatan Enok dan saat yang bersamaan juga diutus Syech H. Lukman di Parit Abah yang di kenal dengan Parit H. Lukman.

KH. Ali Musaffa menikah dua kali. Istri pertama bernama Hj. Aminah Binti H. Gumri. Dari pernikahan ini, beliau dikaruniai sembilan anak, diantaranya adalah Muhammad Yusuf, Zainab, Siti Aisyah, Siti Hafsah, Hj. Masmiah, Zaimah, Rusnah, Muhammad Nasir, dan Usman dan empat orang anak dari keturunan suami sebelumnya, diantaranya adalah H. Abdullah bin H. Ramli, Bakhtiar, Helmy, dan Fauziah. Setelah wafat istri yang pertama, beliau menikah kembali dengan Hj. Fatimah. Pernikahan kedua tidak dikaruniai anak, namun ada lima anak dari suami sebelumnya, jadi jumlah anak kandung dan anak tirinya berjumlah delapan belas.  

Informasi dari Ust. Abdul Razak al-Banjari bahwa dalam mengemban dakwah, KH. Ali Musaffa tidak mengenal waktu dan tempat. Adapun kitab yang diajarkan adalah kitab karangan-karangan Syaikh Abdurrahman Siddiq al-Banjari dan kitab Sabilal Muhtadin karangan Datuk Arsyad dan Hidayat al-Salikin karangan Abdussamad Palembani. Adapun yang menjadi tempat pengajian berada di rumah kediaman KH. Ali Musaffa di Jalan Masjid Besar  Nurul Huda Kecamatan Enok. Beliau dikenal memiliki bacaan al-Qur’an yang fasih dan memiliki banyak hapalan al-Qur’an. Setiap subuh Jum’at menjadi imam dengan istiqamah membaca surat Sajdah sampai akhir hayat beliau.

KH. Ali Musaffa adalah satu pengamal tarekat Al-Qadariah Wa Naqsabandiah melalui jalur atau silsilah Syeikh Abdul Qadir Jailani, Syeikh Ahmad Junaidi Bukdadi Qadarullah, Sirahuma Aziz, Syeikh Khatibussambas, Syeikh Abdul Karim Bantani, Syeikh  Abdurrahman Siddiq  al-Banjari, Syeikh Ali Mussaffa al-Banjari. Setelah beliau wafat tarekat ini temurun kepada anak cucunya bernama KH. Muhammad Ramli al-Banjari dan ust. Abdul Razak al-Banjari.

Salah satu tradisi beliau adalah melaksanakan “Bahilah.” Bahilah adalah suatu prosesi adat sebelum melaksanakan pembagian warisan bagi orang yang telah meninggal. Ada semacam keyakinan bahwa kerabat yang masih hidup dapat mengirim doa dengan melaksanakan Zikir, shalat, dan puasa yang tertinggal selama almarhum masih hidup. Misalnya sewaktu masih hidup pernah sakit dan yang bersangkutan meninggalkan shalat. Puasa dan zikir itu dapat diganti dengan dilaksanakannya “Bahilah” yang tujuannya dapat membebaskan mayit dari adanya tuntutan Allah. Adapun teknisnya dengan cara meminta bantuan kepada Tuan Guru untuk melaksanakan “Bahilah”, sebab tuan guru dianggap yang bisa melaksanakan hal ini karena mereka sudah bertarikat. Bagi yang meminta “Bahilah” membayar sejenis fidyah atau tebusan. Adapun lafaz atau akad bagi yang akan “Bahilah” adalah, “Saya wakilkan kepada Tuan Guru untuk membayarkan Fidyah Shalat Fardhu/Puasa Ramadhan/zikir dan apa-apa yang patut dan jadi Maslahat. Kubayarkan bagi Arwah fulan bin fulan/fulanah binti fulanah lillahi ta’ala. Selain itu, beliau menjadi temapt rujukan bagi masyarakat dalam persoalan-persoalan agama, mulai dari permasalahan keluarga, ruju’, talak, dan masih banyak lainnya. Kemudian jika masyarakat membangun surau/mushalla atau masjid beliau ditunjuk sebagai penentu arah kiblat.  KH. Ali Musaffa Wafat pada tanggal 03 Sawwal 1406 H atau bertepatan dengan  tahun 1986 M. Beliau dimakamkan di pekuburan Keluarga zuriat Gusti Kacil, yang di kenal dengan keluarga Bangka. Jalan Sempurna Lorong Kubur Kelurahan Enok.

Posting Komentar

0 Komentar