Khutbah Idul Fitri 1442 H : Pesan-Pesan Ramadhan | Dr. Ridhoul Wahidi, MA

KHUTBAH IDUL FITRI 1442 H/2021

PESAN-PESAN RAMADHAN 

Oleh: Dr. Ridhoul Wahidi, MA al-Hafiz

(Pimpinan Mahad Tahfiz Hayatul Quran)


KHUTBAH PERTAMA

اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ , اللهُ أَكْبَرُ ,اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ, اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا و الحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلا . لااله الا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده. لااله الا الله ولانعبد الا اياه مخلصين له الدين ولو كره الكافرون لااله الا الله  و الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

الحَمْدُ للهِ الَّذِى وَفَّقَنَا لِعِبَادَتِهِ . وَجَعَلَ هذَا اليَوْمَ فَرْحًا لِعِبَادِهِ الُمتَّقِيْنَ الَّذِيْنَ فَازُوْا بِصِيَامِ رَمَضَانَ وَقِيَامِهِ .وَأَشْهَدُ أَنْ لاإِلهَ إِلا اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .اَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَاللهِ اِتَّقُوااللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Pada kesempatan yang mulia ini, marilah bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan cara menjalankan segala apa yang menjadi perintah-Nya dan berusaha menjauhi apa saja yang menjadi larangan-Nya. Bersyukur kita kepada Allah SWT, dengan mengucapkan Alhamdulillah, pada hari ini kita berada dalam suasana hari besar, hari perayaan, hari di mana kita kembali berbuka, yakni hari Idul Fitri. Suatu nikmat yang besar, kita dapat menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Bershalawat kita kepada Nabi Muhammad Saw, dengan mengucapkan Allahumma shali ala saidina Muhammad semoga kita mendapatkan syafaatnya kelak pada hari kiamat.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Momentum hari raya Idul Fitri tahun ini, kita masih dihadapkan musibah yakni ditimpakannya virus Corona atau covid 19. Covid 19 menimpa kepada semua kalangan, tidak mengenal jabatan, tidak mengenal status sosial,  tidak mengenal suku dan agama bahkan tidak mengenal umur. Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan dibenak kita semua, yakni Kenapa Allah tidak menimpakan musibah ini kepada orang-orang yang berbuat zalim saja? Jawabannya adalah dengan membaca surat al-Anfal ayat 25;

وَٱتَّقُوا۟ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مِنكُمْ خَآصَّةً  وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

  Artinya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Qs. al-Anfal ayat 25)

Dalam ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa kita harus berhati-hati dan  mawas diri akan datangnya fitnah berupa ujian dan bala, dimana keduanya tidak saja akan ditimpakan kepada orang-orang yang berbuat zalim secara khusus, tapi akan ditimpakan juga kepada semua orang yang tidak bersalah disekelilingnya, jika mereka tidak mau mengingatkan, menegur, dan mencegah kezaliman yang terjadi.

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Meski masih dalam masa pandemi covid-19, umat Islam menyambut hari raya idhul fitri dengan tetap mengumandangkan alunan suara takbir, tasbih, tahmid dan tahlil sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan besar yang telah diperoleh setelah menjalankan ibadah puasa Ramadhan selama satu bulan penuh. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”

Rasulullah Saw bersabda:

زَيِّنُوْا اَعْيَادَكُمْ بِالتَّكْبِيْر 

Artinya: “Hiasilah hari rayamu dengan takbir.”

Dalam hadis lain Rasulullah Saw bersabda. 

“Apabila mereka berpuasa di bulan Ramadhan kemudian keluar untuk merayakan hari raya kamu sekalian maka Allah pun berkata: 'Wahai Malaikatku, setiap orang yang mengerjakan amal kebajian dan meminta balasannya sesungguhnya Aku telah mengampuni mereka'. Sesorang kemudian berseru: 'Wahai ummat Muhammad, pulanglah ke tempat tinggal kalian. Seluruh keburukan kalian telah diganti dengan kebaikan'. Kemudian Allah pun berkata: 'Wahai hambaku, kalian telah berpuasa untukku dan berbuka untukku. Maka bangunlah sebagai orang yang telah mendapatkan ampunan.”

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Ada tiga pesan Ramadhan yang semestinya kita pegang teguh bersama untuk perubahan pada diri setiap insan sehingga Ramadhan tetap membekas dalam jiwa dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. 

Pertama: Pesan moral Ramadhan 

Sebagai media untuk mencapai derajat ketakwaan, ibadah puasa sarat dengan pesan moral, baik yang berhubungan dengan Allah (hablun minallah)  maupun manusia (hablun minannas). Berbagai pesan moral tersebut harus disadari, dipahami, serta diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari agar kita mampu melakukan perbaikan di seluruh dimensi kehidupan. Maka, pesan moral yang kita dapatkan dalam berpuasa adalah membentuk sikap jujur dan disiplin. Oleh karena itu, wajar orang yang sedang berpuasa tidak berani sedikit pun melanggar ketentuan berpuasa, misalnya, minum meskipun ada kesempatan (seperti saat berwudhu), ibu-ibu yang sedang memasak persiapan buka puasa tidak berani makan meskipun ada kesempatan karena merasakan kehadiran akan eksistensi Allah SWT. Oleh Karena itu, pada bulan Ramadhan ini bagaimana kita dapat memberikan porsi (perhatian) yang semestinya akan dimensi rohanianya agar kembali seimbang antara dimensi jasmaniah dan rohaniah. Dengan demikian maka ibadah puasa menjadi semacam media untuk "menyeimbangkan" kehidupan kita agar kembali ke jati diri (fitrah) kemanusiaan kita sekaligus kita berproses dan naik menuju derajat takwa.

Kedua: Pesan sosial Ramadhan

Pesan sosial Ramadhan ini terlukiskan dengan indah indah justru pada detik-detik akhir Ramadhan dan gerbang menuju bulan Syawwal. Dimana, ketika umat muslim mengeluarkan zakat fithrah kepada Ashnafuts Tsamaniyah (delapan kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin tampak bagaimana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi. Kebuntuan dan kesenjangan komunikasi dan tali kasih sayang yang sebelumnya sempat terlupakan tiba-tiba saja hadir, baik di hati maupun dalam tindakan. Semangat zakat fitrah ini melahirkan kesadaran untuk tolong menolong (ta`āwun) antara orang-orang kaya dan orang-orang miskin, antara orang-orang yang hidupnya berkecukupan dan orang-orang yang hidup kesehariannya serba kekurangan, sejalan hatinya sebab kalian semua adalah ummat Allah. Dalam kesempatan ini orang yang menerima zakat akan merasa terbantu beban hidupnya sedangkan yang memberi zakat mendapatkan jaminan dari Allah SWT.

 Ketiga: Pesan jihad Ramadhan

Jihad yang dimaksud di sini, bukan jihad dalam pengertian sempit yakni berperang di jalan Allah akan tetapi jihad dalam pengertian luas. Ibnu Rajab Al-Hambali ra menjelaskan, “Ketahuilah bahwa seorang mukmin melakukan dua jihad di bulan Ramadhan. Jihad pertama adalah jihad pada diri sendiri di siang hari dengan berpuasa. Sedangkan jihad kedua adalah jihad di malam hari dengan shalat malam. Siapa yang melakukan dua jihad dan menunaikan hak-hak berkaitan dengan keduanya, lalu terus bersabar melakukannya, maka ia akan diberi ganjaran di sisi Allah dengan pahala tanpa batas (tak terhingga). Dengan demikian, jihad akan terus hidup di dalam jiwa umat Islam baik dalam kondisi peperangan maupun dalam kondisi damai. Jihad tetap dijalankan. 

Allāhu Akbar, Allāhu Akbar, Allāhu Akbar.

Demikianlah tiga pesan yang disampaikan oleh Ramadhan. Maka dari itu, mari kita bersama-sama memikul tanggung jawab untuk merealisasikan ketiga pesan ini ke dalam bingkai kehidupan nyata. Marilah kita bersama-sama mengendalikan hawa nafsu kita sendiri, untuk tidak terpancing pada hal-hal yang terlarang dan merugikan orang lain; menjalin hubungan silaturrahim serta kerjasama sesama muslim tanpa membeda-bedakan status sosial, serta menyandang semangat jihad untuk membangun sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera.

Demikian khotbah yang disampaikan, semoga bisa menjadi ilmu dan nasehat yang bermanfaat untuk kita semua. Amin…

وَلِتُكْمِلُوااْلعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُاللهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ ولَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

باَرَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْاَنِ الْعَظِيْمِ 

وَنَفَعَنِى وَاِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآياَتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ 

وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلاَوَتِهِ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

اَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا وَأَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ  اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ 


KHUTAH KE DUA

اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ, اللهُ اَكْبَرْ,  اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَ اللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى حَمْدًا كَثِيْراً كَمَا أَمَرَ . أَشْهَدُ اَنْ لآ اِلهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ . وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَصَابِيْحِ الْغُرَرْ.

عِبَادَالله ! اِتَّقُوْااللهَ مِنْ سِمَاعِ اللَّغْوِ وَفُضُوْلِ الْخَبَرْ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَاكُمْ وَزَجَر . وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ بَأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى ِبمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى : اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآاَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلوُّا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا .

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ نَبِيِّ الرَّحْمَة وَشَفِيْعِ الْأُمَّة وَاْرضَ اللَّهُمَّ عَلَى اَصْحَابِهِ وَقَرَابَتِهِ وَاَزْوَاجِهِ وَذُرَّيَّتِهِ اَجْمَعِيْنَ . وَعَنِ الخْلُفَاَءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِي بَكْرِ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيّ وَعَلىَ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَعَلَيْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ .

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِىَ الْحَاجَاتِ .  اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْن وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَعْلِ كَلِمَتَكَ اِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ وَاجْعَلْ بَلْدَ تَنَا هَذِهِ اَمِنَةً مُطْمَئِنَّه وَسَائِرَ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّة . رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْاَخِرَةَ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار .

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ . فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ . وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ .


Posting Komentar

0 Komentar